Memadu Kasih Dengan Anak Paman Yang Hobi Ngeseks

Memadu Kasih Dengan Anak Paman Yang Hobi Ngeseks

Memadu Kasih Dengan Anak Paman Yang Hobi Ngeseks

Memadu Kasih Dengan Anak Paman Yang Hobi Ngeseks – Nama saya Karina, saya berumur 17 tahun dan saya anak kedua dari pasangan Menado-Sunda. Kulit saya putih, sekitar 168 cm dan berat 50 kg. Rambutku adalah panjang bahu dan ukuran dada 36B. Di keluarga saya, semua wanita rata-rata seperti saya, jadi tidak seperti gadis-gadis lain yang mendambakan tubuh indah untuk menjalani diet ketat. Di keluarga kami, kami hanya makan apa saja.

Robert ini, meski usianya di ujung kepala 4, tapi wajahnya dan gayanya masih seperti anak muda. Aku diam-diam sedikit naksir padanya. Selain tampan dan memiliki rambut sedikit abu-abu, tubuhnya juga tinggi dan kokoh dan hobinya berenang dan tenis. Saya sudah mengenalnya sejak kuliah, jadi kami cukup dekat dengan keluarganya.

Disampaikan oleh sopir, saya tiba di rumahnya, Robert, yang tampak sederhana dari luar tetapi di dalamnya ada kolam renang besar dan taman. Sejak saya masih kecil, saya sudah sering di sini, tetapi hanya kali ini saya datang sendiri tanpa ayah atau ibu saya. Masih dengan seragam sorakanku yang terdiri dari rok lipit biru dengan panjang puluhan sentimeter di atas pahaku, dan kemeja ketat putih tanpa lengan, aku menekan bel pintu rumahku sambil membawa amplop besar yang dikirim ayahku kepadaku.

Aku masih terkejut hanya diam-diam memperhatikan tangan Om Robert di atas dadaku dan matanya yang sepertinya berkonsentrasi menyeka bajuku. Puting saya dicetak lebih jelas di balik baju basah saya dan napas tersedak saya mengenai wajah Om Robert.

Aku menjadi tertunduk malu tapi tangannya mengangkat daguku dan malah menciumku tepat di bibir. Aku secara refleks memejamkan mata dan Om Robert menciumku lagi tetapi sekarang lidahnya mencoba mendorong ke mulutku. Saya ingin menolak rasanya, tetapi dorongan dari dalam tidak bisa berbohong. Aku membalas bibirnya dan tanganku meraih bahu Robert

Sekarang dadaku benar-benar telanjang. Aku masih merasa aneh karena ini pertama kalinya aku telanjang di depan pria yang bukan pacarku. Om Robert mulai meremas kedua payudaraku bergantian dan aku memilih untuk menutup mata dan menikmatinya. Tiba-tiba saya merasa puting saya sudah tegang karena nafsu basah, dan rupanya Robert asyik menjilatinya dengan lidahnya yang panjang dan tebal.

Tubuhku terasa berkedut dan cairan vaginaku mulai mencair dan Om Robert menjilatnya dengan cepat sampai vaginaku terasa kering lagi. Tubuh saya kemudian diletakkan di atas meja dan meninggalkan kaki saya menjuntai ke bawah, sementara Om Robert melebarkan kakinya dan bersiap-siap memasukkan penis besarnya dan sudah tegang dari sebelumnya ke vagina saya yang dia juga tidak sabar untuk masuk.

AGEN POKER | AGEN CAPSA | AGEN JUDI BOLA | AGEN TERPERCAYA

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*